Gangbang Wanita Cantik Di Kantor




Majalah Dewasa - Sebutlah saja nama saya Anwar, umur saya 31 tahun, diumur yang masih tetap termasuk muda saya telah jadi Manajer disalah satu Bank swasta di kota Kudus ( Jateng). Saya membawahi anak-anak buah, salah satunya anak buah saya namanya Galih , dia berposisi untuk sales pemasaran, seperti umumnya pekerjaan Sales Pemasaran ialah menjumpai konsumen serta memberikan keterangan tentang penawaran dari perusahaan. Di hari itu ialah akhir minggu, kebetulan di hari itu ada calon konsumen yang meminta didapati di hari itu, kurang lebih seputar puku l1.00 WIB, Calon konsumen menelefon datang dari kota Jepara ( tetapi cukup plosok tempatnya ) minta presentasi tentang penawaran yang kami beri. Galih juga selekasnya pergi ke arah Jepara bersama-sama Feri (sales Pemasaran juaga). Gini Tinggalah kami ber 3 di kantor, yakni saya, Denis serta Brian.

" Diam…sebentar Nis..! " perintahku sekalian coba melepas kancing blazer yang Nisa gunakan. Lalu Denis dengan keburu buru turut coba melepas rok yang digunakan Nisa serta sekalian bicara pada saya, 

" Dah boss ditidurin saja dahulu di lantai ". 

Nisa makin meronta serta coba berteriak tetapi dekapan tangan Brian serta Denis membekap erat mulut Nisa. Serta pekikan musnah ditelan suara derasnya hujan. 

" Telah kamu tidak perlu menantang, yang perlu saat ini kamu enjoy saja di lantai serta ikutin permainan kami " timpalku. 

" Permainan apa …..? " bertanya Nisa dengan ketakutan. 

Tetapi kami suka sekali, ditambah lagi saya lihat Nisa semacam ini. Saya bertambah nafsu, " Ok-ok..baik.., " kata Nisa mendadak, 

" Kalian sudah mengetahui jika saya seringkali terkait tubuh dengan mas Galih, tetapi jangan katakan insiden ini ya… saya ingin layani permainan kalian… ", kata Nisa membuat kami bertiga kaget mendengarnya. 

Mendadak saja Nisa langsung dekati saya serta selekasnya menciumi saya di bibir. Reflek saya memberi respon. Lidah kami sama-sama ‘bergerilya'. Selanjutnya ciuman Nisa bertukar ke bibir Brian, hm.. nikmatnya pikirku. Serta bertukar lagi ke bibir Denis. Saya jilati leher Nisa, terusia menjilati kuping Denis. 

Tanpa ada sadar Nisa mendesah, " Ahh, enak, Mas… terus..! " 

" Saat ini saya membuka pakaian kamu….! Tetapi tangan kamu masih Diam ya…. " kataku. 

" Aduh dingin dong..! Waktu ingin ML saya yang ditelanjangi dahulu..! " jawab Nisa. 

Secara cepat saya buka pakaian Nisa serta langsung saya lempar. Dengan sigapnya Denis serta Brian langsung bergerilya di payudara Nisa. Disingkaplah BH Nisa hingga mereka berdua dapat menggigit ke-2 Pentil Nisa. 

" Ahh, enak gigitannya…. " Nisa mendesah perlahan. 

Samar-samar saya lihat Nisa sekalian memerhatikan muka saya serta dia tersenyum. Saat ini tangan saya coba cari buah payudara Nisa buat saya remas-remas. Brian serta Denis selekasnya ke arah sisi bawah badan Nisa. 

" Intinya enjoy saja Nis…! " kata Brian sekalian meningkatkan rok yang dikenai Nisa. 

" Hmm.., CD mode low cut dengan warna hitam nih..! " tutur Denis sekalian bergumam lihat CD yang digunakan Nisa. 

" Kamu paham.kamu mengerti saja kegemaran kami..! " kata Denis, " Serta kamu seksi sekali dengan CD warna ini, buat kita nafsu….! " kataku. Serta saat ini Nisa telah berjongkok untuk mulai mengkulum. 

" Oohh, enak, sedot lagi yang kuat Nis..! " kata saya sekalian mendesah. 

Kira-kira 15 menit Nisa sudah mengkulum Kont*l kami bertiga. Selanjutnya Nisa dengan perlahan-lahan melepas sendiri semua pakaian, rok serta pakaia n dalamnya. 

" Sekarang…sentuh badan telanjangku….! " kata Nisa memerintah kami bertiga. 

Kesempatan kali ini tidak kami sia -sia kan. Langsung saya rebahkan Nisa di lantai serta saya jilati vag*nanya, serta Brian pun tidak kalah ganasnya mengisap habis ke-2 putting Nisa sedang Denis melumat habis bibir Nisa..Samar-samar saya dengar Nisa mulai mendesah. Kesempatan ini saya gantia n ke buah payudara Nisa, saya menjilati dahulu pinggirnya dengan cara bertukara n, dari kanan ke kiri. Tapi saya tidak sentuh sedikit juga Pentil Nisa. Serta Nisa selanjutnya bicara, 

" Mari isep… Pentil saya..! " 

" Wah ini waktunya..! " pikirkan saya dalam hati. 

" Kamu meminta diisep Pentil kamu..! " jawab saya sekalian tersenyum. 

Saya melihat Brian serta Denis tersenyum lihat Nisa tergeletak pasrah. Tidak lama sesudah saya mainkan buah payudara Nisa, saya turun lagi ke vag*nanya. Tampaklah bulu-bulu Vag*na Nisa yang demikian halus serta dicukur rapi. Dengan cepat saya langsung mengisap Vag*na Nisa. 

" Ohh.. enakk..! Terus donk Mas..! " sahut Nisa sekalian mendesah. 

Kalimat itu membuat saya lebih semangat, karena itu saya lebih lia r untuk mengisap vag*nanya. 

" Ahh….saya ingin keluar, " lirih Nisa. 

Serta mendadak saja cairan Vag*na Nisa keluar disertain pekikan dari Nisa. 

" Mas, kamu kok hebat ….mainin memekku..? " kata Nisa terputus-putus. 

Saya cuma tersenyum saja, 

" Masukin punyai mas…sekarang..! " pinta Nisa. 

" Tunggu dulu, Pentil kamu saya isep lagi..! " jawab saya. 

Karena itu secara cepat langsung Pentil yang berwarna coklat muda itu saya hirup dengan kencangnya dengan cara bertukara n, kiri serta kanan. 

" Ahh, enakk mas..! Kencang lagi..! " teriak Nisa. 

Dengar suara wanita lagi terangsang demikian membuat saya lebih nafsu, ditambah lagi penisku telah dari barusan menanti gantian ‘masuk'. Karena itu langsung saya masukkan Kont*l saya ke Vag*na Nisa. 

" Sempit sekali memek Nisa…! " pikirkan saya dalam hati. 

Sesudah sedikit berusaha susah payah, pada akhirnya juga masuk Kont*l saya ke Vag*na Nisa, 

" Nis…memek kamu enak serta sempit …. " kata saya dengan nafas yang mulai tidak teratur. 

Serta kalimat saya dibalas dengan senyum oleh Nisa yang sedang merem melek. Demikian masuk, langsung saya goyangkan. Yang ada cuma suara Nisa yang terus mendesah serta teriak. 

" Terus mas… lebih cepet..! " 

Serta sepintas di samping saya terlihat Brian serta Denis dengan Kont*l mereka telah menegang. 

" Sabar …tunggu gantian Kalian, saat ini saya beresin dahulu memek Nisa ini..! " jawab saya sekalian sambil menggoyahkan Nisa. 

Brian serta Denis cuma menganggukan kepala. Selang beberapa saat Nisa meminta tukar tempat, kesempatan ini dia ingin di atas. Kami juga bertukar tempat. 

" Ahh.., enakk.., Kont*l mas berasa sekali di dalam..! " teriak Nisa sekalian merem melek. 10 menit selanjutnya Nisa teriak, 

" Ahh.., saya keluar lagi..! " serta dia langsung jatuh ke pelukan saya. 

Tapi saya belum keluar. Pada akhirnya saya tukar dengan style dogy. Kesempatan ini kembali lagi Nisa menjerit, 

" Terus… mas..! " 

Selang beberapa saat saya berasa jika saya mau keluar, 

" Nis, ingin keluarin dimana..? " bertanya saya. 

" Dari muka saya saja. " jawabnya cepat. 

Selanjutnya, 

" Croott… Croott…Croott… " sperma saya saya mengeluarkan di muka Nisa. 

Selanjutnya Nisa secara cepat bersihkan Kont*l saya, serta saya sampai nyeri dengan hisapannya. Tidak lama saya juga jatuh lemas di sebelahnya. Saya lihat Brian serta Denis meremas Kont*l semasing serta dia juga lihat Nisa dengan tatapan ingin mendapatkan perlakuaan yang sama dengan saya. Mendadak saja Denis mencium Nisa dengan ganasnya. Dengan cara reflek Nisa membalasnya. Selanjutnya ciuman Denis mulai turun ke leher Nisa serta payudara Nisa. Nisa cuma pasrah diperlakukan semacam itu. Payudara Nisa diremas-remas oleh Denis serta sapuan lidahnya mulai turun ke wilayah bawah. 

" Hmm.., Vag*na kamu akan saya buat basah lagi…..! " kata Denis dengan suara merayu. 

Selanjutnya tanpa ada diperintah Denis selekasnya mencium serta menjilati Vag*na Nisa dengan lahapnya seperti orang yang kelaparan. 

" Ahh.. ahh.. ahh.., enak mas..! " timpal Nisa. 

Selanjutnya Brian tidak ingin kalah, selekasnya Brian capai buah payudara Nisa serta selekasnya mengisapnya. Brian dari mulai Pentilnya yang kanan, selanjutnya berubah ke yang kiri, Brian remas-remas buah payudara Nisa. 

" Yang kencang mas..! " kata Nisa lirih. 

Kira-kira 5 menit Brian mainkan payudara Nisa, selanjutnya Brian turun ke vag*nanya. Tampaklah Vag*na Nisa yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang rapi itu telah terlihat basah. 

" Memek kamu telah basah Nis.., telah tidak tahan yach..? " kata Brian sekalian tersenyum. 

Nisa cuma menangguk saja tanpa ada keluarkan suara sedikit juga. Selanjutnya Brian dekatkan mulutnya ke depan Vag*na Nisa, serta langsung Brian hirup jilati Vag*na Nisa, 

" Teruss..! Enak…mas! " itu suara yang didengar dari mulut Nisa. 

Sesudah 10 menit Brian mainkan Vag*na Nisa, Brian lakukan pergerakan semakin jauh. Serta dengan selekasnya Brian masukkan penisnya ke Vag*na Nisa. 

" Pelan-pelan….! " kata Nisa. 

Brian cuma tersenyum serta selekasnya mencium Nisa, serta Nisa juga membalasnya dengan penuh semangat. Bless, semua Kont*l Brian sekarang ada di Vag*na Nisa. Serta tanpa ada dikomando lagi Brian selekasnya bergerak diiringi goyangan pinggul Nisa. Nisa memeluk Brian demikian eratnya serta Brian memerhatikan muka Nisa yang sedang merem melek seolah-olah tidak mau stop mendapatkan kesenangan. 

5 menit selanjutnya Nisa ingin bertukar tempat. 

" Gantia n dogy …! " pinta Nisa 

Brian patuhi saja tekad Nisa. 

" Bless, bless.., bless..! " Sedikit terdengar suara penis serta vagina yang sedang berlomba-lomba, sebab Vag*na Nisa telah basah serta menurut Brian, Nisa tidak lama lagi akan keluar. Serta betul saja sangkaan Brian, mendadak saja Nisa teriak, 

" Ah.., ahh.., ahh.., saya keluar..! " 

Selanjutnya Nisa langsung jatuh lemas dengan tempat telungkup, sesaat Kont*l Brian masih tertanam dalam Vag*na Nisa. Brian selekasnya gerakkan penisnya agar dapat selekasnya keluar. Tidak lama Brian berasa ingin keluar. 

" Keluarin dimana Nis..? " bertanya Brian. 

" Di …..! " jawab Nisa dengan suara yang terbata-bata. 

Lalu, " Crott, crott..! " Kont*l Brian selekasnya keluarkan semburan spermanya. 

" Ahh..! " Brian bernada dengan keras, " Enak….! " lanjut Brian. Selanjutnya Brian langsung rebah di samping kanan Nisa, sesaat Denis tersenyum memerhatikan mereka berdua sebab belum mencicip Nisa. 

" Wah lelah kamu Nisa..? " bertanya Denis. 

Nisa yang telah lemas cuma bisa tersenyum. Singkat kata sesudah istirahat beberapa waktu, Nisa meneruskan melayani permainan Denis. Tanpa ada berasa hampir tiga jam kami nikmati badan Nisa. Sesudah usai kurang lebih 1/2 jam sebelum jam 4 sore Galih tiba. Kami cuma tersenyum lihat Galih yang saat itu mencium pipi Nisa dengan mesranya. Benar-benar skadal gangbang yang mengagumkan serta tidak terlewatkan. Maafkan kami sahabat kami sudah menyetubuhi pacarmu.